CIANJUR SATOE
Headlines News :

Latest Post

Jual Rumah

Dijual rumah lokasi di villa gardenia, luas 300 m2. harga Rp. 600 jt (nego)
hubungi : 087721174449

Aktivis Anti Korupsi Kembali Ontrog Kejati

Kota (C-Satoe) -- Puluhan Aktivis anti Korupsi yang tergabung dalam Dewan Kota (Dekot) Cianjur, hari ini (senin 30/09), kembali ontrog Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, di Jalan Riau, Bandung. Dekot kembali mempertanyakan keseriusan Kejati membongkar aktor intelektual kasus korupsi Mamin Gate yang diduga kuat melibatkan Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh dan Istrinya Yana Rosdiana.
Dalam Orasinya, Dekot mendesak agar kejati memegang komitmen untuk mengelar kembali kasus Mamin Gate. "Jelas kejati janji akan membongkar kembali kasus mamin sesuai hasil temuan Indonesia Coruption Watch (ICW)," tegas Presidium Dewan Kota, Dian Rahadian, kepada media ini disela-sela aksinya.
Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu

Kapal Imigram Kembali Karam 21 Tewas

Agrabinta (C-SATOE)-- Kapal pengangkut Imigran, siang tadi sekitar pukul 11.00 WIB, kembali karam disekitar perairan laut Sukabumi tepatnya di Kecamatan Tegalbuleud. Korban tewas sebanyak 19 orang, berhasil ditemukan diperairan laut Cianjur selatan di wilayah genggong, Desa Sinarlaut, Agrabinta. Korban lainnya yang berjumlah sekitar puluhan orang masih dalam pencarian petugas gabungan.
Informasi yang berhasil dihimpun, hingga sore tadi baru 25 korban selamat yang berhasil dievakuasi. Sisanya diperkirakan masih tenggelam dan tersebar antara laut Sukabumi hingga Agrabinta. Diperkirakan, kemungkinan ada sekitar125 orang yang berada di dalam kapal.
Camat Agrabinta, Erus Ruskandar Fasya membenarkan, adanya warga asing yang terdampar di perairan Cianjur selatan, akibat kapal yang ditumpanginya karam. "Menurut informasinya mereka adalah penumpang kapal tongkang yang karam di perairan pantai Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi. Diperkirakan mereka terbawa ombak hingga terdampar di Sinarlaut," kata Erus ketika dihubungi melalui telepon selulernyam
Kata dia, korban selamat sementara ini ditampung di rumah-rumah penduduk. Hingga saat ini proses evakuasi masih berlangsung karena dikhawatirkan masih ada lagi korban yang terbawa arus. "Kita sudah berkoordinasi juga dengan aparat polsek. Saat ini kami dibantu warga standby di lokasi karena khawatir masih ada korban lagi," tuturnya.
Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti mengatakan, TKP kapal karam diduga membawa imigran itu berada di Kabupaten Sukabumi. Namun karena ada sebagian korbannya yang ikut terbawa ke perairan Sinarlaut di Kecamatan Agrabinta, pihaknya juga ikut membantu proses evakuasi.
"Kita hanya ikut membantu karena ada sebagian korban yang terdampar ke pesisir pantai di Agrabinta. Lokasi kejadiannya ada di Sukabumi," kata Dedy. (Rustandi)
Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu

Diduga Penerbit Buku LKS Dibekingi Oknum Wartawan

Kota (C-SATOE) -- Penjualan Buku paket dan Lembaran Kerja Siswa (LKS) yang membebani orang tua murid di berbagai tingkatan sekolah, diduga dibekingi oknum wartawan. Dugaan menguat setelah salah satu distributor dan penerbit salah satu terbitan buku LKS mengungkapkan pengakuan ke Komunitas Peduli Pendidikan dan Sekolah (Komppas) belum lama ini.
Koordinator Komppas Irfan.H. Muchdar kepada mengungkapkan, salah satu penerbit mengaku dibekingi oknum wartawan salah satu organisasi kewartawanan di cianjur. "Pengakuan ini jelas kami terima saat kami mengkonfirmasikan masalah ini ke salah satu penerbit di cianjur," katanya.
Dia menambahkan, ada tiga penerbit yang mengedarkan buku paket antara lain, Erlangga, Grafindo dan Tiga Serangkai. "Caranya mereka titipkan buku paket ke beberapa toko untuk didistribusikan ke siswa lewat petunjuk sekolah," tegas Irfan.
Sementara itu, Ketua LBH PWI Cianjur, Fahmi, saat dikonfirmasi, membantah kalau organisasi PWI membekingi penjualan buku paket yang membebani para orang tua murid. "Kita Pastikan PWI tidak membekingi bisnis itu," ujar Fahmi.
Meski demikian, Fahmi berjanji akan menindaklanjuti temuan ini agar jelas. Terkait kemungkinan adanya anggota PWI yang terlibat, kata Fahmi, itu tidak membawa lembaga PWIm "Lebih jelasnya kita akan lakukan koordinasi dengan beberapa pihak di internal PWI, agar masalah ini tidak berlarut-larut," pungkasnya.
Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu

Kewajiban Beli Buku Paket "Cekik" Ortu

Kota (C-Satoe) -- Kewajiban membeli paket oleh pihak sekolah, "mencekik" para orang tua murid. Buku paket seharga ratusan ribu rupiah itu, dituding bisnis oknum guru dan pegawai Dinas Pendidikan di Kabupaten Cianjur.
"Buat apa ada Bos jika murid masih tetap diwajibkan membeli buku paket. Bagi orang tua murid yang pas-pasan ini sangat membebankan," Cetus Herman, warga cianjur kota usai membeli buki paket di salah satu toko di kawasan Mangunsarkoro.
Herman menambahkan, tiap tahun orang tua harus merogoh kocek ratusan ribu rupiah untuk beli buku paket anak SD. Bahkan, bagi orang tua yang memiliki lebih dari satu orang anak nilainya bisa mencapai jutaan rupiah. " Pemerintah harus segera mengambil langkah. Kalau perlu diusut secara hukum," katanya.
Sementara itu, hingga saat ini pihak Dinas Pendidikan selalu sulit saat dimintai konfirmasinya. Kadis Dinas Pendidikan Cecep Alamsyah, kerap tidak ada ditempat saat akan dimintai konfirmasinya. (Rustandi)
Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu

SPSI Cianjur Geruduk Gedung Sate

Kota (C-Satoe) --Puluhan Buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Cianjur, pagi tadi (Kamis 26/09) bertolak ke Gedung Sate, Bandung, melakukan aksi menolak Intruksi Presiden soal upah buruh dan menolak upah murah yang masih diberlakukan sejumlah Perusahaan di Jawa Barat.
Panataun Media ini, Buruh Cianjur dalam aksinya di depan gedung sate, bergabung dengan seribuan buruh dari berbagai organisasi di Jawa Barat. Dalam orasinya, buruh meminta pemerintah menghapus semua aturan pengupahan yang masih merugikan pihak buruh.
Koordinator aksi dari SPSI Kab. Cianjur Unang Margana, aksi kali ini fokus menolak Inpres dan upah murah yang diduga masih diberlakukan pihak perusahaan di Jawa Barat. "Aksi ini kita lakukan untuk mendesak pemerintah provinsi jawa barat segera bertindak," jelas Pria yang mencalonkan sebagai Anggota DPD perwakilan Jawa Barat dalam Pileg 2014 nanti.
Dia menambahkan, kondisi buruh di Indonesia khususnya di Jawa Barat, masih belum memiliki aturan yang berpihak terhadap masa depan mereka. Mulai permasalahan outshorcing, upah murah hingga pemutusan kerja sepihak. "Ini tanggungjawab semua pihak terutama pemerintahn," tandasnya.(Rustandi)
Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu

Gunung Rosa Dikepung Polisi

Campaka (C-Satoe) -- Areal Penambangan Emas di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Cianjur Selatan, dikepung polisi bersenjata lengkap. Aparat berencanan menertibkan sekitar 800 penambang emas liar yang masih beroperasi.
Keterangan yang dihimpun media ini, aparat dari satuan Dalmas Cianjur mulai bergerak dan mengamankan lokasi yang akan ditertibkan. Hingga berita ini turun, kegiatan penertiban baru akan dilangsungkan. (Rustandi)
Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu

Warga Sayang Tuding Bupati Bohong Soal Air Bersih Gratis

Kota (C-Satoe) -- Fasilitas air bersih yang dicanangkan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh, di dua titik tepatnya di Kel. Sayang, Kec. Cianjur, beberapa tahun lalu, digugat warga. Warga menuding Bupati berbohong karena akhirnya warga tetap harus bayar ke pihak PDAM Cianjur.
Menurut tokoh masyarakat Sayang, A. Heri Sundana, muncul tagihan di dua RT masing-masing RT 01 dan 05 RW 3, sebesar Rp, 4.495.100 dan Rp, 2,5 Jt. "Padahal jelas ini fasilitas yang dijanjikan Bupati gratis untuk warga" cetus Heri kepada wartawan, sambil memperlihatkan bukti tagihan dari PDAM.
Heri menegaskan, ketimbang harus membayar tagihan, lebik fasilitas gratis itu dicabut saja. Namun, kata dia, warga tidak akan percaya lagi Bupati Cianjur karena dianggap telah ingkar janji dan berbohong.
Staf PDAM Iwa Kartiwa mengklarifikasi, fasilitas gratis untuk masyarakat belum pernah diluncurkan oleh PDAM. Baru tahun ini akan dilaksanakan dan itu hanya satu titik layanan saja.
"Kemungkinan itu fasilitas sosial yang mendapat keringan pembayaran dengan tarif terendahn" kata Iwa saat dikonfirmasi.
Iwa menambahkan, kalau memang ada komitmen dengan bupati, warga diharapkan memperlihatkan bukti tertulis. (Rustandi)
Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu

Komppas Ontrog Disdik

CIANJUR (C-Satoe) – Puluhan massa yang tergabung dalam Komite Masyarakat Pemantau Pendidikan Nasional (Komppas) Cianjur, mendatangi kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur, tadi pagi. Mereka menuding, Disdik Cianjur melakukan pelanggaran-pelanggaran terkait sejumlah proyek dilingkungan Disdik.
            Indikasi pelanggaran tersebut, diantaranya adanya penjualan lembar kerja siswa (LKS) yang dilakukan penerbit yang bekerjasama dengan para oknum kepala sekolah di sejumlah sekolah dasar (SD). Selain itu, Disdik melanggar permendikbud No 12 tahun 2013 dan melakukan pemotongan uang sertifikasi para guru.
            Aksi tersebut dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Massa yang membawa spanduk yang bertuliskan "Undang-undang dan peraturan saja sudah dilanggar !!! Bagaimana memajukan serta mencerdaskan rakyat", langsung melakukan orasi di depan Kantor Disdik, di Jalan Perintis Kemerdekaan.
            "Disdik tidak mencermati dan mempelajari fakta-fakta yang ada, dan itu semua tidak mencerminkan hal-hal yang positif, malah akan berdampak buruk bagi dunia pendidikan serta merugikan rakyat Cianjur," teriak koordinasi aksi, Irvan Hervian Muchdar, dalam aksinya, kemarin.
            Menurut dia, pendidikan bagi masyarakat adalah hal yang utama. Melalui lembaga pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, melahirkan sebuah generasi yangakanmenjadika ujung tombak Negara untuk menjadi maju serta dihargai Negara juga bangsa lain.
            "Khusus untuk Kabupaten Cianjur, hal ini menjadi suatu hal yang sangat ironis dan bisa menghambat kemajuan dunia pendidikan dalam mencerdaskan bangsa, khsusnya masyarakat Cianjur," tegasnya.
            Disdik Cianjur, kata dia, yang seharusnya berkewajiban memajukan dunia pendidikan serta meningkatkan sumber daya manusia (SDM), malah melahirkan hal yang sangat mengecewakan. "Jika hal ini tersu dibiarkan, maka akan berdampak fatal, dan merugikan masyarakat Cianjur dalam waktu yang cukup lama," katanya.
            Sementara, dalam aksinya, para demontsran ingin menemui Kepala Disdik Cianjur, Cecep Alamsyah. Namun, secara kebetulan, Kadisdik Cianjur, tengah melakukan rapat dengan jajaran Disdik. "Kami mohon maaf, Pak Kadisdik sedang rapat, jadi tidak bisa diganggu. Nanti saja kalau sudah selesai. Jika ada ada yang harus disampaikan, nanti saya sampaikan," ujar salah seorang staf Disdik Cianjur, saat menemui demonstran, kemarin.
            Sehingga, para demontran yang tidak bisa menemui Kadisdik, langsung membubarkan diri. Namun, mereka mengancam, akan kembali datang, jika tuntutannya tidak dilaksanakan pihak Disdik. Malah akan mendatangi dengan massa yang ebih banyak, dan akan melaporkan pelanggaran tersebut ke pihak berwajib, baik itu pihak kepolisian maupun Kejari Cianjur.
Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu
 
Template Created by Creating Website Published by PT. Vision Creative
Proudly powered by C-SATOE